5 Cara Mengatasi Bayi Susah Makan Paling Ampuh

Cara Mengatasi Bayi Susah Makan Paling Ampuh

Sangat menyenangkan jika melihat bayi yang makan dengan lahap. Namun sebaliknya, melihat bayi yang susah makan akan membuat orang tua khawatir dan pusing. Hal ini karena jika bayi tidak mau makan, kebutuhan nutrisinya bisa tidak terpenuhi. Oleh sebab itu, orang tua perlu mengetahui beberapa cara mengatasi bayi susah makan. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

Cara Terbaik Mengatasi Bayi yang Susah Makan

  1. Menunggu nafsu makannya kembali

Biasanya bayi akan susah makan karena kehilangan selera makan, baik itu karena terlalu senang pada sesuatu maupun ketika sedang merasa tidak nyaman. Solusi yang terbaik dari masalah ini adalah menunggu hingga nafsu makan bayi kembali. Setelah beberapa saat, cobalah untuk menawarkan kembali makanan kepadanya. Bayi akan mau makan jika nafsu makannya sudah pulih.

  1. Memperkenalkan makanan dengan menarik

Masalah yang sering dialami para orang tua adalah ketika mencoba memperkenalkan makanan baru kepada bayi, salah satunya ketika sedang memberikan makanan pendamping ASI. Saat itu, bayi akan sering menolak karena merasa asing dengan rasa atau tekstur yang asing. Jika ini terjadi, cobalah untuk mempresentasikan makanan semenarik mungkin atau dibuat dengan makan favoritnya sebelumnya.

  1. Memperhatikan jadwal makan

Memperhatikan jadwal makan bayi adalah hal yang penting. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, ketika makan diatur sesuai dengan jadwal, hal ini bisa membantu untuk meningkatkan nafsu makan bayi. Cobalah untuk memberikan jeda sekitar 3 jam setelah makan untuk memberikan kesempatan bayi untuk mengenal apa itu rasa lapar dan kenyang.

  1. Mencari tempat yang nyaman

Bisa jadi bayi tidak mau makan karena suasananya yang tidak nyaman, seperti banyak nyamuk, udara yang terlalu panas atau dingin, suasana yang berisik, dan sebagainya. Untuk itu, coba ajak bayi ke tempat yang nyaman seperti di taman atau ruangan yang sejuk. Atur juga posisi bayi yang paling nyaman untuk makan. Jangan pernah menyuapi bayi dengan posisi berbaring karena tidak baik.

  1. Kurangi porsi, naikkan frekuensi

Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mengatasi bayi yang susah untuk makan adalah dengan mengurangi porsi namun menaikkan frekuensinya. Mungkin bayi akan lelah ketika mengonsumsi makanan yang cukup banyak. Jadi, cobalah untuk mengurangi porsi makannya, bisa setengah atau sepertiga. Sebagai gantinya, tambahkan frekuensi makannya agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Jadi, mulai saat ini para orang tua tidak perlu terlalu khawatir jika bayi susah makan. Cobalah untuk menerapkan cara-cara di atas. Mungkin satu atau dua cara kurang efektif untuk dilakukan. Jika demikian, coba ganti dengan cara yang lain. Bisa jadi cara tersebut akan lebih berdampak daripada cara yang lain. Yang terpenting, tetap berusaha karena bayi juga harus mendapatkan nutrisi yang cukup.

About: admin

shares